Benjolan Itu Tidak Lagi Menghantuiku

Kelenjar getah bening adalah sebuah jaringan berbentuk oval di dalam tubuh yang bertindak sebagai penghasil dan penyaring cairan yang disebut sebagai getah bening (limfosit). Getah bening ini berfungsi dalam pengeluaran sel-sel mati dan yang paling utama adalah sebagai alat pertahanan terhadap infeksi. Untuk itu perlu dikenali kemungkinan-kemungkinan penyebab dari pembesaran kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening biasanya tumbuh dan membesar di daerah kepala dan leher.
Diawal bulan Juli 2010 Ibu Metha Dewi (51 tahun) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, mulai merasakan keluhan, mendadak terasa sakit di leher seperti panas dalam. Dengan kondisi seperti itu Metha mengira dirinya sedang panas dalam sehingga ia banyak mengkonsumsi air putih guna menghilangkan panas dalamnya. Setelah banyak minum air putih Metha merasa enak.
Setelah tiga hari tiba-tiba muncul benjolan 2-3 cm di leher dan anehnya benjolan itu tidak terasa sakit, Metha pun menganggap itu benjolan biasa. Namun setelah kurang lebih sepuluh hari benjolan itu cepat sekali membesar sebesar telur ayam. Dari situ Metha mulai gelisah dan mempunyai firasat ia menderita penyakit getah bening.
Akhirnya Metha mendatangai dokter medis untuk berobat, dokter mengatakan benjolan itu hanya benjolan biasa, beliau pun hanya di kasih anti biotik. Setelah lima hari mengkonsumsi obat medis, tidak ada perubahan sama sekali dan rasanya semakin sakit dan Metha sangat terganggu dengan benjolan itu.
Setelah obat medis habis dalam waktu lima hari, Metha kembali melakukan konsultasi. Dokter mengatakan benjolan berada tepat di kelenjar yang mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah sehingga peredaran darah tidak normal, hal tersebut yang membuat benjolan cepat membesar. Akhirnya dokter menyarankan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter sepesialis THT. Saran dokter tersebut membuat Metha semakin khawatir atas keadaanya.
Dalam rasa kekhawatirannya itu, suatu hari Metha mendapatkan informasi dari salah seorang teman tentang pengobatan komplementer di Klinik Bali's Health Care Center. Tanpa berfikir panjang keesokan harinya Metha mendatangi Klinik tersebut dengan penuh semangat bahwa penyakitnya bisa disembuhkan.
Setelah melakukan konsultasi, Mr Chai mengatakan perkembangan benjolan tersebut sangat cepat dan berbahaya sekali apabila tidak cepat diobati. Metha pun langsung mendapatkan perawatan yaitu terapi EBOO (Filter Ozone Darah), Terapi Germanium dan juga mengkonsumsi herbal guna membunuh kanker serta pembenahan sistem metabolisme tubuhnya.
Lima hari melakukan terapi germanium, satu kali ozon dan juga mengkonsumsi herbal akhirnya nanah, darah dalam benjolan tersebut bisa keluar, benjolan pun mengempes. Selang sepuluh hari leher sampai ke pipi sebelah kanan membengkak, rasanya sangat sakit sekali, seperti mau meletus ujarnya. Akhirnya Metha melakukan terapi DOM, yaitu dimana DOM berfungsi sebagai alat untuk memperkecil dan mnghentikan penyebaran sel ganas bahkan sampai menghilangkan sel ganas tersebut.
"Setelah kurang lebih melakukan terapi selama satu bulan dan dilakukan dua hari sekali serta mengkonsumsi herbal, bengkak itu bisa mengempes. Saya merasa lega kini benjolan itu tidak lagi menghantuiku. Sekarang aktifitasku bisa kembali normal seperti dulu sebelum saya sakit", ujarnya sambil tersenyum.

Recent comments