Klep Jantung yang Bocor Akhirnya Teratasi'

Kondisi Ni Made Sukerti (41) sungguh tak berdaya. Tiap hari ia hanya bisa duduk dan tidur terbaring jika penyakitnya kumat. Ibu dua anak ini kondisinya benar-benar sekarat, sulit berbicara. Cuci piring saja tidak mampu dan yang menyedihkan paru-parunya seperti terendam air.
Penyakit sesak itu muncul sejak melahirkan anak ke-2, yang sekarang telah berusia 5 tahun. Sukerti selalu sesak nafas karena oksigen dari paru-paru menuju jantung klepnya tidak bisa tertutup rapat alias klep jantung bocor.
Hasil Echocardiography menunjukan LV (bilik kiri) terganggu berat dan EF (kompres jantung) hanya 32,9% (angka normal >53%) sebelum mendapat pengobatan. Kondisi jantung kronis seperti ini sudah terjadi lebih dari dua tahun dan sakit itu membuat Sukerti menjadi lumpuh tidak mampu bekerja sebagai petani lagi.


Gambar hasil scan sebelum terapi
Suatu saat salah satu keluarganya yang tinggal di Bali menginformasikan keberadaan Klinik terapi jantung yang berada di Bali's Health Care Center (Hsen Chii International). Tanpa ragu lagi Sukerti langsung berangkat dari Palu (Sulawesi Tengah) menuju Bali.
Setelah mendiagnosa penyakit Sukerti, Mr. Chai berkesimpulan bahwa gangguan klep bocor yang cukup parah yang diidapnya itu berasal dari gangguan antibodinya. Seperti gangguan rematik jantung dan astonya mencapai 800 (normal
Setelah mengkonsumsi ramuan berbentuk tablet dari ramuan Hsen Chii International dan obat ramuan menormalkan gangguan rematik jantung, dalam satu bulan kondisi Sukerti berangsur-angsur pulih. Keluhan sakit seperti jantung di remas-remas, vertigo, dan sesak terus menerus sekarang sudah jarang kumat.
Setelah menjalani pengobatan selama dua bulan, kondisi Sukerti sudah mampu menggendong si kecil yang berusia 5 tahun. Sebelumnya, menyapu dan cuci piring saja sulit dilakukan. Yang lebih menggembirakan lagi, setelah di Echocardiography oleh dokter jantung, terlihat kondisi klep jantung yang parah dua bulan yang lalu, sekarang klep jantungnya hanya terganggu ringan, dan kebocoran jantung tinggal sisa lubang kecil. EF (kompres jantung) sekarang mengalami peningkatan dari 32,9% menjadi 58,2%, hasilnya lebih baik dari angka minimal dan cenderung normal.


Gambar hasil scan sesudah terapi
Sekarang Mr. Chai telah memperbolehkan Sukerti pulang kembali ke Sulawesi dan juga memberikan persediaan ramuan obat selama tiga bulan. Sekarang Sukerti bisa pulang dengan sehat dan rasa percaya diri yang tinggi.
Comments
klep jantung bocor
saya mingguyono di Bima-NTB, penderita klep jantung bocor sejak tahun 2002, saya minum obat digoksin dn furosemide utk mengeluarkan cairan dlm tubuh saya agar tdk sesak napas. bs kak mr. chai membantu saya?