Lupus ( SLE ) Sembuh Berkat Ramuan Hsen Chii

Penyakit LUPUS, lengkapnya Sistemik Lupus Erimatosus ( SLE ), tidak seindah namanya. Lupus dalam bahasa aslinya berarti gigitan anjing serigala. Itu sebabnya orang yang menderita sakit ini, dikulit terdapat bercak kemerahan ( ruam merah ) tersebar diseluruh tubuh layaknya digigit serigala.

Penderita sakit ini sangat mungkin menyerang organ ginjal, terjadi kebocoran sampai organ ginjal ( nefrosis ). SLE juga bisa menyerang tulang bahkan sumsum tulang, hingga timbul kelumpuhan di tungkai kaki, sendi – sendi tulang sampai kehilangan sel darah merah maupun sel darah putih, yang raib entah kemana ( anemia akut ) mirip kanker darah. SLE tidak jarang menyerang jantung, liver dan otak. Yang paling mengkhawatirkan, SLE datang bersamaan dengan penyakit lain, misalnya psoriasis ( kulit bersisik ), bahkan bisa datang bersama kanker. Ahli medis maupun orang awam sering menyebutnya penyakit seribu wajah ( the great imitator ), karena sering mirip penyakit degeneratif ( penuaan dini ). Sampai kini belum ada obat yag berhasil mengobat penyakit ini. Penyebab utama SLE adalah menurunnya daya tahan tubuh penderita, atau oto-imun sistem bermasalah. SLE lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria. Kebanyakan menyerang orang muda usia, bahkan tidak jarang anak-anak.

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, ternyata penyakit mematikan ini ada penangkalnya. SLE bisa disembuhkan dengan ramuan Hsen Chii International, walau secara medis masih mencari jawaban yang pasti hingga kini. Saksi kesembuhan ini terjadi pada seorang bocah laki – laki usia 8 tahun 6 bulan bernama I gede Ega, bermukim di Jalan Yos Sudarso, Negara – Bali. Putra pertama bapak I Gede Suarna Adi ini sejak awal November 2004 sering mimisan darah dari hidungnya diikuti mata bengkak. Orangtuanya mengira ia menderita alergi.

Karena sulit sembuh, ia dibawah ke dokter spesialis. Dari hasil pemeriksaan kencing, diketahui Ega menderita ginjal bocor positif 4 ( +4 ). Saat itu bukan hanya mata tapi kaki, badan, dan perutnya juga bengkak seperti busung lapar. Ega sering sesak nafas, kepalanya benjol – benjol dan sering menangis karena kesakitan. Ega diopname di rumah sakit Negara selama 5 hari. Dirasa masih mengkhawatirkan, Ega dirujuk di rumah sakit sanglah – Denpasar.

Di rumah sakit Sanglah ia dirawat selama 2 minggu baru diizinkan pulang. Sepulang dari RS Sanglah kondisi Ega membaik tetapi dokter belum dapat mendiagnosa secara tepat penyebab penyakit Ega.Suatu saat dokter ingin mengadakan biopsy pada ginjal Ega untuk diperiksa di Jakarta. Namun orangtuanya, bapak Suarna Adi tidak mengijinkan. Oleh sebab itu Ega harus bolak – balik check-up rutin 2 minggu sekali ke Sanglah. Jika obat ( Prednison ) dari dokter yang dikonsumsi rutin menjelang habis, sering penyakit nefrosis ginjalnya kambuh. Ega sering lemes, tidur malam gelisah, nafsu makan tinggi dan seluruh muka, badan sampai kaki bengkak seperti bola ( moonface ), Ega pun sering bolos sekolah.

Akhirnya Ega dirujuk konsultasi pada Mr. Chai di Hsen Chii International – Denpasar. Berdasarkan pengalaman Mr. Chai setelah menyimak perkembangan penyakit SLE selama 5 tahun terakhir dan mengikuti lokakarya serta seminar penyakit Lupus di Fakultas UI – Jakarta. Mr. Chai berkesimpulan, Ega kemungkinan besar menderita Lupus. Penyakit ini mulai populer dewasa ini di Indonesia, penderitanya mencapai puluhan ribu orang. Untuk mendapat kepastian, Ega memeriksakan darahnya di laboratoriumb Prodia – Denpasar. Hasil Lab 14 Maret 2005, diketahui Ega menderita Lupus positif 2 ( ++ ) dan asto diatas 200.

Orangtua Ega peroleh hasil diagnosa yang tepat mengenai penyakit anaknya. Mereka memutuskan merawatnya dengan ramuan Hsen Chii International. Ajaibnya, setelah memakai ramuan ini, Kondisi Ega membaik. Metabolisme tubuhnya membaik, bengkak ditubuhnya kempis, kondisi Ega menanpakan tanda – tanda normal secara utuh. Rasa cepat lelah, sering lapar, sulit tidur, dan nafsu makan yang aneh hilang bersamaan. Ega, setelah memakai ramuan Hsen Chii International selama 4 minggu, pada 18 April 2005 sekali lagi dirujuk tes darah di Prodia oleh Mr. Chai.

Hasilnya menunjukan SLE negative ( - ) dan asto mencapai 200. Luar biasa senangnya orangtua Ega sebab sekarang Ega dapat sekolah lagi. Tubuhnya tidak lagi menunjukan tanda orang bekas menderita penyakit berat, menakutkan dan mematikan. Saat ini Ega sembuh dari penyakit Lupus, tetapi Mr. Chai terus memberi ramuan obat penguat badan. Suatu saat Ega kecil diharapkan tumbuh menjadi pemuda yang sehat, berguna bagi orangtua dan bangsa ini.