Mempertahankan Kesehatan Jantung Melalui Terapi EEHCP (Enhanced External Heart Counterpulsation)

Penyakit Jantung: 

Penyakit jantung terutama jantung koroner (pembuntuan di arteri koroner) untuk angka kematiannya saat ini menduduki peringkat teratas di dunia, artinya bahwa banyak penderita penyakit jantung yang oleh karena keterlambatan penanganan atau faktor-faktor yang sangat tidak menunjang kesehatan seperti makan makanan cepat saji, makan makanan yang mengandung lemak, serta peningkatan polusi udara juga menyebabkan penyakit jantung koroner menjadi parah dan tidak tertolong.

Apabila sudah parah atau sudah menyebar sampai mengenai otot jantung, maka kondisi penyakit semakin parah, dan tidak jarang obat-obatan yang diberikan tidak cukup, biasanya oleh dokter ahli jantung dianjurkan untuk melakukan operasi (metode invasif) dengan pemasangan ring (stent) atau operasi by pass pembuluh darah koroner. Akan tetapi tidak semua orang akan sukses dengan metode pengobatan tersebut, dan hanya bisa bertahan 2-5 tahun, setelah tindakan operasi, gejala jantung koroner akan terulang kembali (restenosis).

Para ahli jantung Amerika berusaha mencari metode non invasif (pengobatan penyakit tanpa operasi) untuk mengobati penyakit jantung, mengembangkan teknologi terapi jantung dan akhirnya menciptakan alat terapi jantung yang dikenal dengan sebutan EEHCP. Terapi EEHCP ini telah mendapatkan pengakuan dari Badan Federasi Obat dan Makanan (FDA), Departemen Kesehatan Amerika pada tahun 1995. Alat terapi EEHCP ini sudah memasyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia dan tingkat keberhasilannya mencapai 88% dalam memperpanjang usia penderita sampai dengan 5 tahun.

EEHCP adalah terapi non invasif yang sangat aman dan ekonomis untuk penderita penyakit jantung, terutama untuk penyakit jantung koroner (PJK). Dirancang khusus dengan memanfaatkan tekanan dari luar tubuh untuk meningkatkan perfusi otot jantung dan mengurangi beban kerja jantung.

Terapi EEHCP menggunakan sumber tekanan yang diatur secara komputerisasi, mengembangkan dan mengempiskan serangkaian manset di sekeliling betis, paha bawah, dan paha atas, yang sesuai dengan denyut jantung penderita. Pada saat pengembangan manset secara bertahap, tekanan yang ditimbulkan menyebabkan tekanan diastolik meningkat, perfusi di dalam arteri koroner dan jantung meningkat serta meningkatkan jumlah darah balik dari anggota tubuh bawah Anda ke jantung. Sedangkan pada saat pengempisan manset yang cepat dan bersamaan, menyebabkan tekanan pembuluh darah sistemik menurun sehingga ketegangan pada otot jantung pun berkurang. Hal ini mengakibatkan kebutuhan atau konsumsi oksigen oleh otot jantung berkurang, sehingga kerja jantung menjadi lebih ringan.
Terapi EEHCP mempunyai efek memperbaiki fungsi endotel (sel-sel dinding pembuluh darah), merangsang pembentukan pembuluh darah kolateral di jantung, terjadi perfusi ke organ-organ seluruh tubuh, 30% ke otot jantung, 20% ke otak, 25% ke hati, 20% ke ginjal, dan 5 % ke organ-organ yang lainnya, sama seperti saat kita melakukan olahraga. Oleh sebab itu sangat dianjurkan untuk kita yang tidak atau kurang berolahraga.

Terapi EEHCP juga dapat dipergunakan untuk menanggulangi penyakit jantung yang lain seperti gagal jantung tingkat ringan, pencegahan terutama bagi orang-orang yang sudah berumur 40 tahun keatas. Untuk pencegahan dan mempertahankan kesehatan jantung, disarankan melakukan terapi EEHCP 12-24 jam setiap 6-12 bulan.

Terapi EEHCP juga sangat membantu bagi penderita pasca operasi, pengobatan penyakit yang berhubungan dengan gangguan aliran darah seperti stroke, diabetes atau kencing manis, disfungsi ereksi atau impoten pada kaum lelaki.
Hubungi klinik Bali's Health Care Center untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai pengobatan penyakit jantung koroner melalui terapi EEHCP.

Prinsip kerja Terapi EEHCP