Pompa Jantung Pak Harry Kembali Normal

Penyakit Jantung: 

Di ujung tahun 2009, kesehatan Pak Harry Wirajaya (67) sungguh diuji. Karena sejak Desember 2009, Pak Harry sulit tidur, sesak nafas dan kadang juga batuk, dada Pak Harry seperti sering tertindih barang berat.

Karena sesak nafas, Pak Harry dirujuk ke dokter paru-paru, keluhan pak Harry tidak kunjung membaik, bahkan keluhan makin menjadi-jadi, selain sulit bernafas normal, keadaan pak Harry makin sulit berjalan jauh, kakinya mulai membengkak, paru-paru seperti dibanjiri air saja. Hasil pemeriksaan akhir dokter paru menyatakan kemungkinan pak Harry menderita gangguan jantung, dan dirujuk ke spesialis jantung di Denpasar.

Diagnosa kateterisasi dokter spesialis jantung menyatakan kondisi penyakit jantungnya positif dan mengalami kebuntuan/koroner, dan hasil echocardiography, menyatakan jantung pak Harry mengalami pembengkakan, LV sistolik menurun dengan fungsi jantung hanya sebesar 22% (minimum 53%).

Kondisi pompa jantung yang sangat parah inilah yang membuat kaki bengkak, paru-paru kemasukan air. Saat diagnosa ini dibuat, pak Harry sudah tidak bisa tidur terlentang layaknya tidur orang normal, pak Harry hanya bisa tidur duduk telungkup di atas meja. Tidur pulas tidaklah mungkin, hanya sesaknya sedikit berkurang, saya seperti bernafas di dalam air, sulit menarik nafas panjang.

Melihat kondisi seperti itu, dokter jantung mengharuskan pak Harry segera diopname ICU di rumah sakit, kondisinya cukup memprihatinkan. Hasil akhir dari kesimpulan di rumah sakit, pak Harry harus segera dilakukan tindakan pengoperasian atau tindakan pemasangan stent. Hasil akhir diskusi dengan dokter jantung, ternyata jantung pak Harry sulit dipasangi stent (cincin) karena penyumbatan pada pipa darahnya ternyata sangat panjang hingga harus dilakukan bypass jantung di luar Bali atau di Singapura, tetapi keluarga tidak mengijinkan berobat keluar Bali, sebab kondisi pak Harry sungguh parah, jangankan naik pesawat, berjalan saja sudah sesak bukan main.

Akhirnya disepakati untuk berobat ke Bali's Health Care Center (BHCC), hasil diagnosis dari Mr. Chai bahwa pengobatan yang harus dijalani meliputi 3 tahap. Pertama adalah terapi medical Ozon, yaitu membersihkan darah via filter sebanyak 3500 cc dari unsur lemak dan kolesterol sambil mengeluarkan cairan dari paru-paru penyebab sesak. Kedua adalah terapi EEHCP, sistem yang menumbuhkan pipa pembuluh darah jantung secara alamiah. Dan ketiga adalah terapi herbal, gunanya meningkatkan kinerja organ jantung dan seluruh organ lainnya agar saling menunjang.

Setelah mendapatkan terapi selama 30 hari, kondisi pak Harry sudah mulai pulih, beliau sudah dapat tidur nyenyak di tempat tidur, dan setelah mendapatkan perawatan selama 2 bulan, kini bengkak kakinya kembali normal, bisa berjalan 1 km setiap hari dan mulai dapat bepergian ke Surabaya, hasil echocardiography (EKG) juga menunjukkan peningkatan pada pompa jantungnya, sungguh pengalaman yang menakjubkan. Terapi di Bali's Health Care Center (BHCC) sungguh sebuah pengalaman yang menyenangkan juga murah.

Seperti diceritakan oleh Pak Harry kepada BHCC.



Pak Harry