Terapi Ozon Mengantar Anakku Tumbuh Sehat

Jantung bocor bawaan karena pertumbuhan sekat pada jantung kurang sempurna atau kelainan struktur jantung sering terjadi pada anak – anak. Dari data Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dari 1.000 kelahiran di berbagai daerah, 6 – 7 di antaranya mengidap kelainan jantung bawaan (kompas dot com).
Putri pertama dari Bapak Agus (bukan nama sebenarnya) yang berasal dari salah satu desa di kabupaten Gianyar - Bali, sebut saja Intan (bukan nama sebenarnya) mengalami jantung bocor bawaan. Dari usia sebulan sudah kelihatan tanda – tanda adanya kebocoran jantung, seperti tidur gelisah, sering berkeringat, sesak napas dan tersendat - sendat saat minum ASI.
Dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi, tetapi Pak Agus enggan untuk melakukannya, disamping karena biaya operasi terlalu mahal, ia pun tak tega hati melihat buah hatinya yang masih berumur 1 bulan melakukan pembedahan.
Empat bulan Intan mengonsumsi obat – obatan kimia yang dianjurkan oleh dokter, tetapi belum ada perubahan yang terlihat. Kedua orang tuanya tidak putus asa dengan keadaan intan seperti itu.
Suatu malam disaat si buah hatinya sudah tertidur, Pak Agus bersama istri tercinta tak sengaja melihat tayangan televisi setempat tentang pengobatan jantung tanpa operasi, yang beralamat di Jalan Pulau Nusa Penida No.26 Denpasar, pusat pengobatan komplementer spesialis jantung, stroke, diabetes, kanker dan penyakit dalam, Klinik Bali's Health Care Center (BHCC). Pak Agus sangat tertarik dengan metode pengobatan klinik tersebut.
Keesokan harinya, Pak Agus menghubungi BHCC untuk mendaftarkan anaknya. Beliau datang dan konsultasi langsung dengan Mr. Chai, yang tidak lain adalah praktisi pengobatan anternatif herbal. Mr. Chai menyarankan untuk mengonsumsi 3 macam obat herbal dan dibantu dengan terapi ozon infus, dimana ozon berfungsi untuk memberikan asupan oksigen ke dalam jantung dan menutup klep jantung Intan.
Setelah sebulan Intan mengonsumsi obat herbal, sudah kelihatan hasilnya, tidak berkeringat lagi, minum ASI pun yang dulunya harus sedikit demi sedikit, kini lancar dan nafsu makannya bertambah. Terapi ozon pun rutin dilakukannya, klep jantungnya sudah kembali normal. Intan yang baru berumur 5 tahun sudah bisa beraktifitas dan bermain selayaknya anak seusianya. Sering kali ia meminta sendiri untuk mengingatkan orang tuanya untuk membawanya terapi ozon ke Klinik BHCC.
Kebahagiaan orang tua Intan muncul kembali, keceriaan dan tumbuh sehatnya Intan mewarnai kegembiraan hidup mereka, "Terima kasih BHCC, anak kami sehat dan ceria kembali", ucap Pak Agus sembari tersenyum bahagia.

Recent comments